Kaca Sanesipun

Kamis, 22 Januari 2015

Tanjung Bira: Si Putih dari Selatan Celebes

Tanjung Bira adalah sebuah daerah yang berada di ‘kaki’ sebelah selatan dari Pulau Sulawesi. Tanjung Bira masuk dalam wilayah Kabupaten Bulukumba, Provinsi Sulawesi Selatan. Tanjung Bira menjadi terkenal karena 4 hal: Pelabuhan Penyeberangan Bira yang melayani rute Bira-Selayar (dan akan segera melayani rute lainnya), pusat pembuatan kapal pinisi, pantai yang pasirnya putih dan lembut selembut tepung terigu, dan alam bawah laut yang teramat sangat indah.

Apa saja yang ada di Tanjung Bira?

Pantai Tanjung Bira

Pantai Tanjung Bira sendiri adalah sebuah pantai yang menghadap ke arah barat, sehingga menjadi pantai yang sangat ideal untuk menyaksikan sunset yang eksotis, jika Anda sedang beruntung dan cuaca tidak sedang mendung.



Pantai Tanjung Bira ini juga sangat unik, terdapat di sebuah cekungan, terdapat perbedaan jarak sekitar 4-5 meter dengan daratan di sekitarnya. Hal ini mengakibatkan Pantai Tanjung Bira berbataskan tebing batu padas. Di sekitar pantainya terdiri dari pasir berwarna putih yang lembut. Jika dalam kondisi kering, bentuknya nyaris mirip dengan tepung terigu. Namun, ketika pasir yang putih tersebut digali lali, akan muncul pasir yang cukup kasar, bulirnya seukuran ketumbar, disertai dengan batu-batu karang.

Selain pasirnya yang lembut dan khas, air laut juga akan terlihat gradasi dari anjungan pemandangan yang disediakan pihak pantai. Air laut terlihat 3 gradasi. Yang paling dekat dengan pantai berwarna jernih, agak ke tengah berwarna biru muda, dan semakin ke tengah berwarna biru tua. Jika musimnya pas, pemandangan bagus ini akan terlihat dengan mudah.

Kalau tidak puas hanya dengan melihat saja, Anda bisa melakukan aktivitas air lainnya, seperti snorkelling, banana boat, atau diving. Itu semua dapat dilakukan jika musimnya baik. Peralatan snorkelling dapat disewa di lapak-lapak yang berjajar rapi di tepi pantai.

Suku Kajang

Selain melihat pantai, di daerah Tanjung Bira juga terdapat masyarakat suku Kajang. Kemungkinan lokasinya adalah di daerah bukit timur dan barat (tanjung bira memiliki dua buah bukit di timur dan barat). Lokasinya pun sedikit masuk ke dalam. Jika ingin menuju kesana, saya sarankan dengan petunjuk masyarakat lokal Tanjung Bira agar tidak tersesat.

Pantai Bara

Pantai ini berlokasi sedikit lebih utara dari Pantai Bira, lebih kurang posisinya masih sejajar dengan Pantai Bira. Namanya hampir sama, tentu karakteristiknya hampir sama. Hanya bedanya jika Pantai Bara ini memiliki dataran yang lebih luas lagi dan tidak dikelilingi oleh tebing seperti Pantai Bira.
Lokasinya sedikit masuk jauh dari Pantai Bira. Jalur yang ditempuh bisa melalui jalur menuju Rumah Makan Kapal, kemudian sebelum jalur masuk rumah makan, belok kanan, kemudian ikuti jalur yang menyusur tepi pantai sampai jalur menikung ke kanan dan naik. Setelah tanjakan, ada pertigaan. Jika ke kanan adalah kompleks bar, maka belok ke kiri masuk ke hutan-hutan. Dari situ sekitar 20 menit berkendara dengan sepeda motor. Hutan-hutannya masih sangat asri, seperti belum terjamah manusia. Terbukti ketika kesana ditemukan seekor lutung sedang lompat dari satu pohon ke pohon lain.

Proses Pembuatan Kapal Pinisi

Lokasinya tidak berada satu kompleks dengan Pantai Tanjung Bira, tetapi berada di Pantai Timur Bira. Sejajar dengan Pelabuhan Bira. Jika melewati Jalan Poros Bulukumba-Bira, maka kapal pinisi akan terlihat di sisi kiri jalan, di bawah tebing terjal.



Kapal Pinisi adalah sebuah kapal legendaris asli Indonesia yang dibuat oleh Masyarakat Suku Bugis. Kapal Pinisi diperkirakan telah ada sejak tahun 1500an. Sebenarnya, nama Pinisi merujuk pada jenis layar yang khas.
Fajar Menyingsing dari lokasi pembuatan Kapal Pinisi

Pembuatan kapal pinisi sendiri dasarnya dipenuhi dengan ritual adat, sama seperti pesta kematian di Tana Toraja. Menjadi keberuntungan tersendiri jika pengunjung yang datang melihat proses upacara adat pembuatan pinisi. Biasanya pinisi mulai dibuat pada tanggal 5 atau 7 setiap bulannya, jika ada pesanan.

Seminimalnya, ketika berkunjung ke tempat pembuatan Pinisi, ada kapal yang sedang dibangun, ada juga yang sudah jadi dan siap berlayar.

Kapal Pinisi ini dibuat dengan menggunakan kayu yang khusus, dipotong sesuai dengan arah serat agar kekuatannya baik, kemudian direndam dalam air laut kemudian dikeringkan sebelum nanti dirangkai menjadi sebuah bentuk kapal utuh. Masing-masing kayu di badan kapal dirangkai dengan menggunakan baut besar.

Selain mengamati proses pembuatan Kapal Pinisi, Anda juga bisa menyaksikan sunrise yang sangat eksotis dari dari tempat ini. Sunrise berlatar belakang kapal pinisi dan matahari baru terbit merupakan pengalaman tak terlupakan. Hal ini karena tempat pembuatan kapal pinisi menghadap ke timur.

Pelabuhan Tanjung Bira

Pelabuhan ini menjadi tempat penyeberangan menuju ke Kepulauan Selayar yang juga tidak kalah indahnya. Penyeberangan Selayar-Bira dilayani oleh dua kapal, yaitu KM Bontobaharu dan KM Sangke Palangga. Dari pelabuhan ini, selain melihat sunrise, Anda juga bisa berjalan ke dermaga dan melihat ikan-ikan kecil berenang di sekitar dermaga karena airnya sangat jernih.

Diving dan Snorkelling

Selain semua kegiatan di atas. Anda juga bisa melakukan diving dan snorkelling di pulau-pulau sekitar Pantai Bira. Tentu Anda harus menyewa kapal, dan kegiatan ini tidak tersedia ketika angin besar dan ombak tinggi. Untuk sewa kapal perlu biaya sekitar Rp 200-300 ribu per kapal, ada yang sudah termasuk peralatan snorkelling, ada juga yang masih harus sewa. Pintar-pintar nego saja. Jika ingin diving, ada 2 diving camp yang bisa digunakan. 1 diving camp milik warga lokal, 1 diving camp milik orang Jerman. Kedua-duanya memiliki syarat dan biaya yang hampir sama. Untuk bisa melakukan free dive langsung, Anda diharuskan mempunyai sertifikat diving. Terakhir info yang didapatkan, untuk membuat sertifikat di Karimunjawa habis sekitar Rp 1,8 juta untuk satu orangnya. Biaya untuk diving di Bira sekitar Rp 200.000-350.000, semua sudah all in.

Objek yang sangat menarik adalah di sekitar Pulau Loe Kang dan Pulau Kambing. Dari kedua tempat itu, jika beruntung bisa melihat penyu-penyu berukuran besar sedang berenang dan ikan-ikan hiu yang juga berenang bersama. Karang-karangnya juga sangat bagus. Tetapi memang tetap perlu keahlian agar karang tidak terinjak, sehingga tidak rusak.

Bagaimana Transportasi Menuju Kesana?

Tanjung Bira berlokasi sekitar 200 km dari Kota Makassar ke arah selatan, melewati Kabupaten Gowa, Kabupaten Takalar, Kabupaten Jeneponto, Kabupaten Bantaeng, dan Kabupaten Bulukumba. Ada banyak pilihan transportasi menuju ke Tanjung Bira: Naik bis, naik mobil plat kuning, atau naik travel. Tentu pilihan paling utama adalah naik kendaraan pribadi karena lebih luwes.

Jika ingin naik bis, Anda harus menuju terminal Mallengkeri yang melayani pemberangkatan bis dan mobil plat kuning tujuan Bulukumba-Bira-Selayar. Untuk bis, tersedia bis AC dengan mesin semuanya Mercedes-Benz dengan konfigurasi kursi 2-2 dengan total jumlah kursi sekitar 50 kursi setiap bisnya. Biayanya sekitar Rp 70.000-Rp 100.000 sekali berangkat dan nanti akan diturunkan di Pelabuhan Tanjung Bira, kemudian dilanjutkan dengan jalan kaki 1 km ke arah pantai (di Tanjung Bira ini kabarnya tidak ada ojek, jika mau, ya hitchhike saja dengan warga sekitar). Bis-bis tersebut berangkat sekitar pukul 09.00 jika penyeberangan Bira-Selayar berjalan normal. Tetapi jika penyeberangan tidak berjalan normal, bis bisa jadi baru berangkat pukul 10.00 atau pukul 11.00. Waktu tempuh dengan menggunakan bis sekitar 5-6 jam. Jika kapal tepat waktu, maka waktu tempuh kadang bisa lebih cepat dari 5 jam karena bis mengejar jadwal kapal.
 Bis-bis AC tujuan Makassar-Bira-Selayar

Jika ingin naik mobil plat kuning, mobil ini tersedia 24 jam di Terminal Mallengkeri. Jenisnya macam-macam, mulai dari Carry, Kijang LGX, Xenia, Avanza, APV, sampai Kijang Innova. Anda bisa memilih sendiri. Biayanya sekitar Rp 80.000-105.000 sampai depan penginapan di Tanjung Bira. Tinggal kemampuan untuk menawar saja yang diperlukan. Waktu tempuhnya hampir sama dengan naik bis, sekitar 5-6 jam, kadang bisa lebih cepat atau lebih lama. Jika mobil langsung penuh, biasanya waktu tempuh bisa lebih cepat. Kelemahannya adalah kalau naik mobil harus menunggu mobil sampai penuh baru mobil berangkat. Kadang juga ngompreng di jalanan, ini yang bikin lama.

Jika naik travel, ada 1 travel yang melayani rute Makassar-Bira. Lokasi kantornya di Makassar ada di Jl Veteran, namanya Travel BMA. Tarifnya sekitar Rp 100.000 dengan waktu tempuh 4-5 jam.

Dari Tanjung Bira kembali ke Makassar, Anda bisa memilih menggunakan mobil plat kuning atau bis. Jika Anda ingin keberangkatan yang fleksibel, Anda bisa menggunakan mobil plat kuning. Tinggal minta ke pegawai hotel saja untuk memanggilkan mobil (biasanya pagi dan malam, pagi pukul 06.00 dan pukul 09.00, malam pukul 18.00 dan pukul 21.00). Jika ingin berangkat siang, biasanya pihak hotel menyarankan naik bis saja dari pelabuhan Bira. Bis tiba di Bira dari Selayar sekitar pukul 14.00-16.00. Kalau ada perubahan jadwal, kadang bis sudah tiba di Bira pukul 09.00-10.00. Perlu update jadwal tiap hari, syukur-syukur punya nomer drivernya.

Menginap Dimana?

Ada banyak sekali pilihan Guest House, Hotel, dan Resort disana. Mau yang harga Rp 120.000-Rp 1.000.000 per malam, semuanya ada. Jika ingin yang murah dan cukup direkomendasikan, ada Guest House Sunshine dan Salassa. Kalau saya pribadi menyarankan Guest House Salassa karena lokasinya di tepi jalan utama Tanjung Bira. Tarifnya pun murah, Rp 120.000 termasuk breakfast. Kamarnya bersih, tidak ada nyamuk, kamar mandinya juga bersih sekali.

Disana Menjelajah Pakai Apa?

Jika Anda hanya ingin snorkelling atau diving disana, saya sarankan tidak perlu sewa motor atau mobil, karena jarak penginapan dan pantai sangat dekat sekali, 5 menit saja jalan kaki. Jika ingin menjelajah sampai kemana-mana, saya sarankan sewa sepeda motor saja. Biasanya, sewa motor sekitar Rp 70.000 per 24 jam tidak termasuk bensin. Tinggal minta tolong dengan resepsionis hotel. Biasanya masing-masing hotel punya persewaan motor dalam jumlah terbatas. Harga bensin di Tanjung Bira sekitar Rp 9.000 per liter. Untuk putar-putar selama 24 jam sampai puas, lebih kurang perlu 2-3 liter, tergantung jenis motornya.


Tanjung Bira menjadi sebuah tempat yang menarik, terutama bagi penyuka pantai dan alam bawah laut. Segera siapkan tiket dan barang-barang Anda, bersegeralah berangkat ke Bira sebelum terlambat.

3 komentar:

  1. kunjungi juga di pondokwisatatanjungbira.blogspot.com

    BalasHapus
  2. Terimaksaih atas infonya, sangat membantu buat solo traveller dan backpackers.

    BalasHapus
  3. Mas, mau nanya soal panther dan yang lainnya dari makassar. Punya nomer telpon driver kijangnya ga?

    BalasHapus