Kaca Sanesipun

Rabu, 29 Januari 2014

Baluran, Bercumbu dengan Alam (Part-2): Ada Apa di Baluran?

Yak, kembali lagi kita ke Baluran. Sebenarnya, mungkin banyak yang bertanya-tanya: Apa sih Baluran itu?
Wajar mungkin kalau banyak yang bertanya karena selama ini Baluran hanya terkenal sebagai salah satu ruas jalan yang rawan untuk trans Surabaya-Bali lewat pantura. Siapa sangka Baluran menyimpan eksotisme tersendiri di dalamnya?

Dalam tulisan ini akan dibahas mengenai Baluran sendiri, Evergreen, Savana Bekol, dan Pantai Bama. Cuma itu? Sebenarnya ada site Simacan, Pantai Bilik-Sijile, dan Tracking Gunung Baluran. Tapi, ketiga tempat ini belum pernah saya jamah. Mungkin lain waktu karena keterbatasan daya dan upaya :D

Apasih Baluran itu?

Baluran sendiri adalah salah satu Taman Nasional yang terletak di Jawa Timur, selain Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, Taman Nasional Alas Purwo, dan Taman Nasional Meru Betiri. Cukup banyak bukan Taman Nasional di Jawa Timur? Dan masing-masing punya keunikannya sendiri-sendiri :D
Taman Nasional Baluran (TNB) sendiri memiliki akses yang paling enak jika dibandingkan dengan TN yang lainnya karena TNB ada persis di jalur utama Surabaya-Bali lewat Situbondo. TNB terletak di Kabupaten Situbondo. Ke timur sedikit sudah perbatasan dengan Kabupaten Banyuwangi. Lebih tepatnya, TNB terletak di Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur. Untuk transport menuju ke tempat ini, sudah dibahas di part 1.
Baluran memiliki luas total 25.000 Hektar yang dibelah oleh Jalur Pantura Surabaya-Bali. Keanekaragaman flora dan fauna di Baluran ini sedikit banyak menceritakan mengenai hutan-hutan dan satwa-satwa yang ada di Indonesia. Di Baluran terdapat hutan pantai, Mangrove, Hutan Payau, Savana, Hutan Hujan Pegunungan, Hutan Musim, Padang Lamun dan Gugusan Terumbu Karang. 40% dari luas lahan sebenarnya adalah Savana. Namun karena adanya penanaman Akasia yang diambil langsung dari Afrika pada sekitar tahun 1960, dan karena pertumbuhan Akasia yang tergolong cepat, maka banyak dari luas savana yang akhirnya ditumbuhi dengan Akasia, sehingga luas Savana berkurang dan disana-sini tampak pohon Akasia dengan vegetasi yang rapat.
Ada cukup banyak satwa yang bisa dilihat di Baluran ini (jika Anda beruntung). Kenapa 'jika Anda beruntung'? Karena tidak semua satwa 'menampakkan diri' ketika kita berkunjung. Apes-apesnya, kita hanya bisa melihat rusa atau kerbau hutan. Jika memang tidak melihat apa-apa, ya berarti memang lagi apes dan waktunya kurang tepat :D dari info di bagian informasi Bekol, sebenarnya waktu paling pas untuk berkunjung ke Baluran adalah waktu musim kemarau. Hal ini karena ketersediaan makanan dan air di hutan menipis. Sehingga mau tidak mau hewan-hewan menuju ke Savana yang sudah disediakan air oleh pihak Taman Nasional. Kadang, ketika musim kemarau, hewan-hewan sejenis Banteng, Leopard, Rusa, Kerbau Hutan berkumpul di savana. Hewan-hewan yang terdapat di Baluran yang sering muncul antara lain Kerbau hutan, rusa, kijang (hayoooo apa beda rusa sama kijang? :p), kera ekor panjang yang nakalnya minta ampun, lutung, merak hijau, ayam hutan merah, ayam hutan hijau, Kangkareng dan rangkong yang bentuknya hampir sama. Kebetulan waktu saya kesana, semua hewan itu bersedia menampakkan diri :D dan malah merak hijaunya dengan asyiknya menyeberang jalan bersama 3 ekor anaknya di daerah Evergreen. WOW! Banyak sekali hewan-hewan eksotis yang bisa dilihat. Kabarnya, selain hewan-hewan tersebut, kadang muncul juga Banteng (yang ditangkarkan secara khusus di kaki gunung Baluran karena mengalami penurunan drastis dari 2000 ekor menjadi 20 ekor), babi hutan, leopard, kucing batu, kucing bakau, ajag, dan kabarnya, di dekat pintu masuk ada sebuah bukit yang menjadi sarang dari Macan Kumbang. Kabarnya juga, Macan Kumbang mulai turun ke hutan dan mencari makan pada tengah malam. Maka, tidak disarankan jalan waktu malam hari dari lintar Batangan (pintu masuk) ke Savana Bekol meskipun ada kegiatan safari malam yang tentu dengan perijinan khusus terlebih dahulu.

Ada Evergreen, apa itu?

Dari artinya saja jelas. Evergreen kan berarti selalu hijau. Evergreen adalah sebuah hutan yang terletak di stase akhir, sekitar 3 km dari Savana Bekol (panjang jalur Batangan-Bekol adalah 12 km, jadi jangan sekali-kali kepikiran untuk jalan kaki .____.). Evergreen merupakan hutan yang senantiasa hijau sepanjang tahun. Banyak oksigen tersedia disini, dan biasanya dijadikan tempat singgah bagi pelancong yang ke baluran. Tempatnya yang teduh dan kondisi sekitar yang sangat padat dengan pepohonan menjadikan evergreen menjadi tempat yang layak untuk istirahat. Suasana yang hening, sepi, dan enak untuk menepi sejenak. Tapi tetap waspada karena ada banyak fauna di sekitar sini.
Kadang di evergreen ini tampak beberapa spesies fauna. Paling sering adalah berbagai jenis kupu-kupu yang kadang memadati sumber air. Kadang nampak juga merak hijau dan ayam hutan. Beberapa teman yang memilih tracking dari Batangan ke Bekol juga sempat menemukan beberapa ular, termasuk diantaranya ular hijau yang menurut information center memang banyak terdapat di area evergreen ini.

Mau lihat apa di Savana Bekol?

Setelah menempuh perjalanan dahsyat 12 km dari Batangan dengan medan jalan makadam yang ajur jur jur jur, sampailah di Savana Bekol. Savana Bekol ditandai dengan adanya pohon syahdu di kanan jalan. Kenapa dinamakan pohon syahdu? Karena saat pertama kali memasuki Savana Bekol, Anda akan melihat hamparan rumput menghijau (menguning kalau pas kemarau) yang luas, dan di sebelah kanan ada pohon (mungkin akasia) yang berdiri sendirian saja. Karena pohon tersebut sendirian lah, maka dapat disebut pohon syahdu. Atau bisa juga disebut pohon.........jomblo
Pusat Informasi Savana Bekol

Savana Bekol ini memiliki pemandangan yang eksotis. Anda bisa menuju ke menara pandang untuk melihat pemandangan sekitar. Ada 2 menara yang bisa digunakan untuk memandang: yang pertama di belakang pusat informasi Savana Bekol, yang kedua ada di jalur ke arah Pantai Bama agak menyimpang ke kanan sedikit. Di sekitar pusat informasi, banyak terdapat kera-kera ekor panjang. Bagi yang sudah pernah ke Sangeh, Pure Uluwatu, dan Alas Kedaton di Bali, pasti tahu lah bagaimana nakalnya kera-kera ekor panjang ini. Prinsipnya, jangan sekali-kali memberikan makanan kepada mereka atau mengiming-imingi mereka dengan makanan yang kita bawa. Sebaiknya, simpan saja jika Anda punya makanan daripada dikeroyok dan hampir dicakar kera ekor panjang.
Eksotisme Savana Bekol

Saya sarankan untuk mengelilingi sekitar Savana Bekol ini Anda sebaiknya berjalan kaki saja. Hewan-hewan disana benar-benar liar dan sedikit sensitif dengan keberadaan mobil/kendaraan. Mereka memilih berlari menjauh, bahkan ketika langkah kaki kita terlalu keras. Di Savana Bekol ini Anda bisa melihat kumpulan rusa yang kabarnya jumlahnya mencapai 6000 ekor ini. Kadang, kalau sore ada juga kumpulan kerbau hutan yang sedang berkubang. Beberapa spesies burung juga kadang terlihat terbang dari pohon ke pohon di Savana Bekol ini. 
Jalan Menuju Pantai Bama

Sedikit menatap ke arah utara-barat, Anda akan melihat sebuah gunung yang menjulang tinggi. Yap benar, itu adalah Gunung Baluran yang semenjak beberapa silam aksesnya ditutup karena sudah jarang dilewati dan medan yang kurang menguntungkan. Persis di kaki gunung Baluran tersebut terdapat penangkaran Banteng. Sebenarnya Anda bisa tracking ke arah gunung, namun tracking hanya dibatasi sampai di Sumber Air Kacip. Kabarnya, kalau mau naik ke gunungnya, harus ijin ke polhut terlebih dahulu, dan menyewa pemandu. Lama perjalanan dari Bekol ke puncak gunung sekitar 5-7 jam dengan medan yang cukup curam. Setidaknya, kalau tidak bisa tracking, setidaknya foto-foto sedikit lah :D
Sekumpulan Rusa Berlari dan Mengeluarkan Suara Mirip Bebek Ketika Ada Manusia Mendekat

 Kerbau Hutan, Bukan Banteng!

 Gunung Baluran dari Savana Bekol

 Pantai Bama, Antara Perang dengan Kera dan Eksotisme Pantai Timur
Welcome to Bama Beach!

Pantai Bama berjarak sekitar 3 km dari Savana Bekol. Lumayan kalau jalan kaki, sekitar 1 jam lebih sedikit. Pantai Bama merupakan pantai yang menghadap ke timur. Jadi, sangat bagus untuk melihat sunrise. Pantai Bama cukup sering dikunjungi, terutama ketika akhir pekan. Masyarakat Situbondo menjadikan Pantai Bama sebagai alternatif tempat berwisata di akhir pekan. Selain karena pasirnya yang putih dan ombaknya yang tenang, air yang bersih yang cukup nyaman untuk berenang dan melepas penat, juga karena kondisinya yang relatif teduh dan bersih jika dibandingkan dengan pantai lainnya.
Sisi Barat Pantai Bama

Selain menikmati kondisi pantai, sebenarnya ada juga tempat birdwatching atau tempat melihat berbagai spesies burung. Selain itu, ada juga sarana kano dan snorkelling untuk melihat keindahan alam bawah laut Baluran (kabarnya sih bagus juga terumbu karangnya). Selain itu, tersedia juga tempat makan yang cukup murah merakyat: satu gelas pop ice dihargai Rp 3000,00 yang dibuat dengan blender manual (karena ketiadaan listrik), satu porsi bakso jumbo dihargai Rp 6000,00 dan berbagai jenis makanan berat di cafe yang dihargai antara Rp 10.000-15.000,00. Jadi, jangan khawatir kelaparan di Pantai Bama.
Monyet Aja Mimik Pop Es

Di Pantai Bama juga terdapat banyak kera ekor panjang yang siap menerkam Anda jika Anda membawa makanan, terutama dengan bau yang menyengat. Kera ekor panjang ini cukup peka dengan warna bungkus makanan, terutama mie instant. Mereka tidak segan-segan mendekat jika kita makan mie instant. Solusinya? Makan mie instant di tengah laut. Kera-kera itu biasanya enggan mendekat :D
Makan Indomie di Tengah Pantai Demi Menghindari Kejaran Kera Ekor Panjang yang Ganas

Burung dan Pohon Gugur

Inilah sekilas Baluran. Kapan saya akan kembali lagi? PASTI tanggal 30 Januari malam saya akan bertandang lagi ke Baluran, lengkap dengan Pantai Balanan dan Pantai Bilik-Sijile, jika tidak ada halangan :D Oh iya, saya dapat titipan informasi dari pihak Baluran, bahwa selama Januari-Maret 2014, penginapan yang ada di Baluran belum bisa disewa. Sewa terakhir adalah bulan Desember 2013. Hal ini karena wisma-wisma yang ada di Baluran masih akan di cek terlebih dahulu oleh tim dari Jakarta yang akan tiba pada Februari. Jadi, disarankan untuk membawa tenda sendiri. Mau pasang tenda dimana? Yang diperbolehkan hanya di samping information center Batangan dan disamping pos masuk Batangan. Tidak boleh pasang tenda di daerah Bekol maupun Bama (kecuali Anda merasa paling superior dan tidak mengindahkan larangan pihak Baluran). Saran saya, ngecamp di samping pos masuk saja, karena info dari information center Bekol, di belakang information center Batangan ada sebuah bukit yang merupakan habitat Macan Kumbang yang biasanya turun kalau malam hari. Beberapa kali pernah ada kasus pengunjung dikunjungi oleh macan kumbang. Untuk sumber air, jangan khawatir karena sumber air su dekat :D Tidak seperti hiking yang harus bawa banyak air. Kran di pos masuk Baluran adalah air yang siap minum karena merupakan air dari sumur artesis (sumur bor) yang airnya relatif lebih aman untuk langsung diminum tanpa ada banyak polutan.

Akhirnya, selamat menjelajah Baluran. Prinsipnya tetap sama, taatilah peraturan yang berlaku dan ditetapkan oleh pihak TNB. Karena dengan menaati peraturan, setidaknya Anda telah turut menjaga diri Anda sendiri. Selamat berlibur, keep safety, feel free, feel happy!

Senin, 20 Januari 2014

Baluran, Bercumbu dengan Alam (Part-1): Baluran dan Transportasinya

Kembali bertemu lewat blog ini, kembali melakukan trip cukup melelahkan namun mengasyikkan lagi. Kali ini melalui tulisan 2 part ini akan membahas mengenai Baluran: The Little Africa in East Java. Apasih istimewanya Baluran? Wow, tentu istimewa sekali dan berbeda jauh dengan Blauran. Kalau Blauran itu pusat jualan Lontong Balap di Surabaya (pindahannya Garuda) .____. Pada Part-1 ini, secara khusus akan dibahas mengenai transportasi dari dan ke Baluran, serta transportasi dan akomodasi di Baluran.

Baluran adalah salah satu dari sekian banyak Taman Nasional yang ada di Jawa Timur. Beberapa Taman Nasional yang cukup terkenal di Jatim adalah Taman Nasional Bromo Tengger Semeru yang ngetop dan sekarang jadi lebih rusak, Taman Nasional Alas Purwo, dan Taman Nasional Alas Baluran. Baluran terletak di Kabupaten Banyuwangi, lebih kurang 23 km timur pusat Kota Situbondo. Karena terletak persis di jalur Pantura Jawa Timur yang merupakan poros utama Surabaya-Ketapang-Denpasar membuat Baluran menjadi cukup terkenal. Selain terkenal sebagai tempat wisatanya, jalur Pantura Baluran juga cukup terkenal dengan: bajing loncat, jalur gelap, banyak binatang liar, jalur yang cukup sering terjadi kecelakaan, dan jalur yang cukup banyak truk mogok/ngeban. Meskipun demikian, Baluran tidak sehoror, sengeri, semedeni yang dibicarakan banyak orang. Baluran itu: Asyik!

Bagaimana cara ke Baluran?

Untuk menuju ke Baluran, Anda harus punya satu hal ini: NIAT! Karena kalau Anda tidak punya niat, Anda tidak akan pernah bisa berangkat ke Baluran. Sayapun sudah niat sejak 3 bulan yang lalu tapi baru kesampaian sekarang .____.
Untuk mempermudah akses, saya hitung jarak terdekat dan akses termudah adalah dari Surabaya. 

Pakai Kereta Api?

Jika Anda berasal dari Jogja-Solo-Madiun dan sekitarnya, Anda bisa menggunakan KA Ekspress Sritanjung turun di Stasiun Banyuwangi Baru (Ketapang) dengan harga tiket (per 1 Januari 2014) Rp 95.000,00. Berangkat dari Lempuyangan (Jogja) pukul 07.30 dan tiba di Banyuwangi Baru pukul 22.00. Bagi Anda yang membutuhkan akses dari Surabaya, bisa juga naik kereta api Sritanjung ini. Kalau jadwalnya pukul 13.10, tapi kadang molor dan baru berangkat jam 14.00. Dari Surabaya hanya ada 1 kereta yang tujuan akhirnya Banyuwangi Baru, yaitu Sritanjung. Kalau ingin estafet juga bisa: naik penataran ke Malang, nanti sambung ikut KA Tawang Alun Malang-Banyuwangi dengan tiket Rp 35.000-50.000. Berangkat dari Malang siang. Atau mungkin bisa juga ikut KA Logawa sore, turun Jember nanti sambung pakai Probowangi atau Feeder Banyuwangi-Jember, tapi untuk pilihan kedua ini kurang bersahabat karena jadwalnya tidak sinkron. Dari Stasiun Banyuwangi Baru, keluar 300 meter akan bertemu jalan besar dan di seberang langsung terlihat Pelabuhan Ketapang. Dari situ, belok ke kiri dan jalan kaki sejauh 700m-1km dan akan ketemu Terminal Sritanjung Ketapang. Dari sini nanti naik sembarang bis tujuan Situbondo/Surabaya dan turun di depan pintu masuk Baluran. Kondektur biasanya sudah paham ketika kita bilang "Baluran, Pak!" Atau opsi lain, biasanya di terminal ada angkot plat kuning yang bisa langsung mengantarkan ke Baluran. Tapi tarifnya biasanya mahal. Kalau bis mungkin sekitar Rp 6.000-10.000, kalau angkot bisa sampai Rp 20.000,00 per orang. Tergantung skill nego.

Kalau pakai Bus?

Jika dari Bandung atau Jakarta, bisa langsung naik bus tujuan Denpasar seperti Safari Dharma Raya, Lorena, Kramat Djati, Mawar, Langsung Jaya, atau Pahala Kencana. Semua bis itu pasti lewat Baluran. Tapi kalau budget minim saya sarankan estafet pakai bis ekonomi: Jakarta/Bandung-Jogja, Jogja-Surabaya, Surabaya-Probolinggo, Probolinggo-Baluran. Mungkin bisa cuma habis Rp 180.000,00. Kalau beli tiket bis eksekutif rata-rata kena tarif Banyuwangi kalau dari Jakarta/Bandung, sekitar Rp 350.000-400.000. Bisa hemat sampai 50%nya.  Intinya, nanti cari bis ke Surabaya dulu. Pilih terminal Surabaya Bungurasih, karena Surabaya punya 2 terminal besar. Sampai di terminal Bungurasih Surabaya, langsung naik bis jurusan probolinggo-jember. Kurang disarankan naik langsung bis tujuan Ketapang karena nanti bisa kena oper, kecuali ikut bis yang dari Madura tujuan Muncar (Biasanya dari Bungurasih pukul 23.00-01.00). Mending naik bis tujuan Jember/Ketapang, tapi bilangnya turun Probolinggo dulu. Nanti bisa pindah bis depannya karena biasanya ngetem di Probolinggonya lama. Bisa pilih melanjutkan pakai Patas AC atau pakai bis ekonomi. Jika pakai Patas AC, Surabaya-Probolinggo kena tarif Rp 27.000. Kalau ekonomi Rp 16.000-20.000. Waktu tempuhnya lebih cepat Patas AC, rata-rata 1,5-2 jam. Kalau Ekonomi waktu tempuhnya 2-2,5 jam. Dari Probolinggo bisa pindah bis jurusan Ketapang. Karakteristik bis-bis Surabaya ke timur hobi ngoper penumpang. Kalau Anda tidak yakin bis yg Anda naiki sampai Ketapang, beli tiket Besuki/Situbondo dulu saja. Karena kalau dioper, biasanya Anda dikenakan biaya tambahan Rp 1000-5000. Kalau Anda ingin yang langsung, naik bis AKAS 4 yang berwarna abu-abu atau Sandy Putra. Kedua bis ekonomi ini pasti sampai Ketapang. Atau jika ingin borjuis dikit, naik Patas AC Probolinggo-Ketapang. Itu pasti sampai dan gak dioper, tapi lebih mahal. Untuk Probolinggo-Baluran, bis ekonomi dikenakan tarif Rp 28.000 dan Patas AC sekitar Rp 35.000-40.000. Atau jika Anda ingin langsungan dari Surabaya, naik bis-bis jurusan Madura-Ketapang-Muncar (Banyuwangi) yang standby di Bungurasih pukul 23.00-01.00. Tarifnya biasanya Rp 45.000 sampai Baluran. Sampai di Baluran lebih kurang jam 04.00-06.30.

Kalau pakai bus, intinya siap di-PHP lah. Memang secara sistem tidak sebaik bis-bis Surabaya-Jogjaan yang selalu ada 24 jam tiap 10 menit sekali. Bis-bis Probolinggo-Ketapang kadang baru ada 45 menit sekali. Terutama nanti kalau nyegat pas pulangnya. Sekali ada bis lewat lalu diabaikan, ya nunggu 45 menit-1 jam lagi baru ada bis.

Transportasi di dalam Balurannya gimana?

Baluran sendiri sangat luas. Luas sekali. Total luasnya mencapai 25.000 Hektar. Jadi, merupakan suatu kemustahilan kalau Anda mau menjelajahi Baluran dengan berjalan kaki. Spot paling terkenal di Baluran adalah petak Bekol dan Pantai Bama. Kalau Anda memang ingin mengunjungi kedua tempat ini, aksesnya cukup mudah karena tinggal ikut jalur setelah pintu masuk ke Baluran. Ada 2 objek lain: Pantai Bilik-Sijile, tapi aksesnya cukup susah karena harus lewat Karangtekok (perbatasan Situbondo-Banyuwangi). Kalau Anda ingin ke petak Bekol dan Pantai Bama, ada beberapa pilihan transportasi: mobil, ojek, atau sewa sepeda motor. Memang pilihan paling bagus sih bawa motor sendiri. Tapi apa ya kalau rumahnya di Jakarta harus bawa sepeda motor dari Jakarta .____.
Untuk sewa ojek, tarifnya Rp 40.000 sekali antar (maksimal sampai Pantai Bama). Kalau antar jemput dari Bama ke Batangan (pintu masuk Baluran) pulang-pergi per orang dikenakan Rp 80.000. Itu untuk satu orang. Kurang bersahabat memang harganya. Kalau sewa mobil, sekali antar Rp 150.000. Kalau jumlah orang lebih dari 4, mendingan sewa mobil lebih murah. Ada lagi yang lebih murah: sewa sepeda motor. Biasanya pemuda-pemuda sekitar Baluran berkumpul di pos jaga pintu masuk. Dan biasanya mereka juga mau menyewakan sepeda motornya Rp 100.000 per sepeda motor, sudah termasuk bensinnya, dan bisa pakai semaunya dan sepuasnya. Ini adalah pilihan paling bersahabat buat para backpackers. Tapi jangan harap bisa dapat sepeda motor trail atau yang bagus-bagus. Yang penting bisa jalan.

Itulah sekilas mengenai transportasi ke Baluran. Jika memang tertarik konsultasi transportasi secara lebih mendalam dan perencanaan yang hemat, bisa menghubungi saya lewat FB atau Twitter. Selanjutnya? Akan kita bahas mengenai 'Apa Aja Sih di Baluran?'